NUVOLE BIANCHE [1.1] – by Andér/实业呐

nuvole-bianche-ander

NUVOLE BIANCHE

Ander©stroryline2k17

Cho Kyuhyun⌉⌈ Kang Seul Gi as Kang Seon Hye

PG-13⌉⌈ hurt, romance, AU ⌉⌈ chapter

“THIS STORY IS MINE. NO PLAGIAT”

║ ♫ ♪ ║♪ ♫ ║♫ ♪ ║ζ║♪ ♫ ║♫ ♪ ║

“Jadilah kau orang yang besar, yang mampu memikul cinta yang besar”

Isa Kamari-

[1] at summer

‘Dia itu adalah teman kecilku, dirumahku, partner kerjaku, dan teman hidupku. Dan Dia akrab dengan hidupku. Kang Seon Hye’

ℑℑℑ

Kyuhyun duduk tepat dibawah pohon rindang, berteduh dari matahari siang, memandangi suasana sekitar rumahnya. Sunyi, hening, sepi, hanya suara hembusan angin  yang menerbangkan dedaunan kering. Halamannya luas, ada pot bunga dipinggir halaman, dan pohon maple ditengahnya.

Kyuhyun ingat, dulu waktu ia kecil, mungkin 10 tahunan, ia sering main dihalamannya. Permainan yang sering ia mainkan biasanya permainan ‘sembunyi-tangkap’ , dan ‘kejar-kejaran.

Ah~ sampai lupa, Kyuhyun pernah bermain dengan seseorang yang ia ingat.

Kyuhyun tersenyum melengkung.

“Aku mau laba-laba punyamu!” ucap si bocah perempuan sambil melirik benda yang ia maksud.

Kyuhyun kecil menyembunyikan laba-labanya dengan tangannya. ia menatap horror kepada si bocah perempuan.

“Jangan yang ini! laba-laba ini untuk tugas dari Jung saem.”

Si bocah perempuan menangkup pipinya lalu cemberut. Pasti, karena ia kecewa kyuhyun kecil tidak memberikan laba-laba padanya. sangat polos.

Kyuhyun kecil menghela nafas, ia menaruh laba-labanya kedalam toples kaca disampingnya. Kyuhyun kecil menatap sang bocah perempuan sambil memegangi bahunya. Ia tersenyum melengkung, memperhatikan wajah si bocah perempuan intens.

“Kau mau laba-laba?” tanya kyuhyun kecil masih tersenyum. lalu sang bocah perempuan mengangguk seraya menurunkan tangannya.

“Baikalah ayo kita cari laba-laba!” ajak kyuhyun kecil.

Si bocah perempuan tersenyum lepas dan tangannya ditarik kyuhyun. Mereka lalu bersama mencari laba-laba dihalaman kyuhyun.

Tepat diposisinya, Kyuhyun bisa melihat bayangan dirinya waktu kecil disana, didepan kyuhyun, sekitar 5 langkah darinya. Kyuhyun yang mencari laba-laba, kyuhyun yang mengambil bunga untuknya, kyuhyun yang tak sengaja menginjak tangannya, dan kyuhyun dengan jahil melemparinya dengan gumelan daun kearahnya, si bocah perempuan.

Kyuhyun berdiri meningggalkan halamannya. Sekarang hari sudah sore dan waktunya untuk kembali kerumah.

“Ya ampun! Besar sekali!”

“Kau punya kotak?”

“Aku juga mau menangkap laba-laba sepertimu, Kyuhyun. Ayo!”

Kyuhyun kecil tersenyum.

℘℘℘

 Malam telah larut ketika Kyuhyun memperlambat kendaraannya, melintasi kawasan jalan raya seoul yang hampir sepi, kecuali beberapa mobil truk yang lalu lalang. Pria ini tahu meski Ayahnya menghabiskan seluruh waktunya sebagai pemimpin tertinggi perusahaannya, sang Ayah akan menerima dirinya malam ini.

Dua hari yang lalu, Ayahnya menghubungi dengan alasan kepentingan keluarga. Sebenarnya bukan sekarang waktu yang kyuhyun minta, tapi ia ketiduran disofa dan tv yang menyala.

Kyuhyun sangat tahu, tidak mudah menemui Ayahnya. bukan saja karena lelaki itu pemimpin tertinggi perusahaan terbesar dinegaranya, melainkan juga karena kediamannya dijaga ketat oleh pengawal berseragam.

Kyuhyun melirik jam tangannya. lalu membelokkan kendaraan menuju mansion sang Ayah. Mansion sederhana dan berkelas, tidak pernah berubah dari konsep aslinya. Kyuhyun memakirkan mobilnya lalu melenggang masuk kemansion. Para pengawal mansion menunduk hormat padanya dan membuka pintu masuk.

Masuknya Kyuhyun kedalam mansion, membuat dadanya berdebar-debar. Sudah berkali-kali Kyuhyun datang kemansion sang Ayah, tapi tetap saja gugup melandanya. Ia tersenyum tipis untuk menyembunyikan rasa gugupnya.

Pintu coklat disana, ruangan kerja Ayahnya.

“Ayah.” Ucap Kyuhyun seraya membuka pintu.

“Kau, Kyuhyun. Kemarilah, son!” tukas sang Ayah bersamaan dengan memutar kursinya.

“Maaf, tadi aku ketiduran dan baru bisa batang.”

“Tak apa, Kyuhyun! Aku hanya ingin mengobrol ringan denganmu. Mendekat lagi” kyuhyun menuruti sang Ayah.

Ia duduk disofa menghadap sang Ayah yang duduk dikursi kebanggaannya. Kyuhyun menyadari jika kerutan wajah ayahnya semakin terlihat. ‘Ayahku sudah tua’.

“tujuh hari kedepan, adalah hari kelahiranku, Kyuhyun.” Sang Ayah tersenyum simpul sambil menautkan jemarinya diatas meja.

Benar! Tujuh hari lagi Ayahnya akan berulang tahun, kyuhyun hampir lupa. Ia membasahi bibirnya lalu merubah posisi duduknya menjadi nyaman.

“Kuharap kau mau ikut acara makan malamnya…”

Hening sejenak.

“Dirumahmu”. Lanjut Ayah Kyuhyun sambil tersenyum merekah.

Entah mengapa, rasa gugup dan dadanya kembali normal. ‘lega’. Hanya itu sepintas yang Kyuhyun utarakan dihatinya. Ia serasa sedang mengobrol dengan Ayahnya.

Kyuhyun tersenyum dan berdiri mendekati sang Ayah.

℘℘℘

Hari senin ini terasa sangat cerah. Segera Kyuhyun masuk kedalam gedung institute musik didepannya.

Huuuh~

Kyuhyun melepaskan hoodie dan topi lalu ia masukkan kedalam tas ranselnya. Kyuhun menaiki tangga menuju ruangan guru pianonya dulu. dikelas ‘new classical.’ Kyuhyun segera masuk dan mendengar dentingan piano didalam. Ia melihat seorang gadis tengah memainkan piano  hitam ditengah ruangan.

Sepertinya ia mengenali gadis yang disana. Itu tidak mungkin.

Kyuhyun terpaku mendengar permainan sang gadis. Ia merasakan berbagai emosi dalam dentingan piano. Kyuhyun merasakan kesedihan, kekaguman dan … cinta kecil(?)

Kyuhyun sedikit mendekat dan melihat sang gadis itu menutup matanya. Begitu terhanyut dalam permainannya sendiri. Hatinya mencelos dan seakan dijatuhi bongkahan emas. ‘itu memang dia.’

Gadis itu selesai memainkan piano dan terkejut ketika Kyuhyun langsung menarik tangannya menuju keluar ruangan.

“Kang Seon Hye”.

Wajahnya seputih salju, rambut panjang setengah punggung, mata sipit yang tajam, hidung juga tirus, dan bibir tipis ranum. Dia kini seperti boneka cina. Kyuhyun tidak menyangka jika akan bertemu setelah lama. Doanya terkabul dan impiannya didepan mata.

Kyuhyun enggan bangkit dari posisinya. Ia begitu nyaman, sambil memperhatikannya.

“Kang Seon Hye”. Gumam Kyuhyun dengan terus membelai pucuk kepala gadis itu.

Kyuhyun masih ingat, ketika masa kecilnya bersamanya, bermain dengannya, kesekolah bersama, disaat Kyuhyun tertawa karena Seon hye menangis, dan ia masih mengingat pertemuannya 3 bulan lalu di institude.

Setelah bertemu dengan gadisnya, yang telah menghilang lama tanpa kabar, hingga ia tak dapat menyaksikan masa pubertasnya. Walau begitu, Kyuhyun tak kehilangan segalanya. Sekarang, ia dapat menjangkau lebih dekat, menatapnya setiap hari, menemaninya setiap jam berputar, dan Kyuhyun merasakan ia telah menemukan gairahnya.

Gadis itu sedang terlelap diranjang. Tubuhnya lemah karena demam tinggi kembali menyerangnya. Dan hampir setiap pagi, sebelum Seon Hye terbangun, ia sudah berada disamping gadis itu. hanya untuk menyaksikan pertama kali gadis itu melihatnya. Kyuhyun kembali tersenyum simpul.

“Bangunlah, Seon Hye”. Kyuhyun mencium kening Seon Hye. Suhunya belum turun.

Drrrt

Kyuhyun melirik ponselnya yang bergetar. Ia meraih ponselnya dan membaca sebuah pesan masuk disana.

“Selamat pagi, Tuan Kyuhyun. Kau harus menemui seorang Klien dikantor pusat. Dia telah bicara dengan Tuan Cho dan berkepentingan denganmu.”

Sebuah pesan dari seorang kaki tangan Ayahnya. Kyuhyun menyerngit. Sudah lama ia tidak menerima pesan dari nomor ini. Kyuhyun mengira jika nomor ID ini, sudah tidak terpakai. Mendadak Kyuhyun gelisah. Tapi, pesan ini tampak biasa. ia menghela nafas pelan kemudian melirik Seon Hye. Gadis itu masih tertidur dan tak berniat membuka mata. Kyuhyun tersenyum. ia ingat betul betapa Seon Hye gemar tidur, dan itu masih terjadi hingga sekarang.

Kyuhyun mengabaikan pesan itu dan kembali menaruh ponselnya dimeja. Ia tak berniat membalas atau menunggu pesan selanjutnya. Kyuhyun tersenyum manis kala Seon Hye menggeliat dan membuka matanya. dan Kyuhyun berhasil.

Seon Hye mengerjapkan matanya dan samar-samar ia melihat siluet seseorang. Itu Kyuhyun. Seon Hye menguap dan kembali menutup matanya. bukannya begitu. Seon Hye hanya malu karena Kyuhyun melihat wajahnya yang kusut dipagi hari. Oh~ apakah ini masih pagi?

“Aku tahu kau sudah bangun, Seon Hye.” Kyuhyun menyeringai. Ia menyukai wajah Seon Hye dipagi hari. Dan Gadis itu terbangun pada pukul 8 pagi.

“Pergilah. Aku tidak mau melihatmuuuuh”. Lirih Seon Hye dengan suaranya yang serak. Ia benar-benar malu jika harus berhadapan dengan pria ini. ia bahkan bertanya-tanya, kenapa pagi-pagi Kyuhyun sudah tiba dikamarnya? Seon Hye berpikir, jika lelaki itu pasti ini mengejeknya dengan keadaannya yang begitu berantakan.

“Aku ingin mengajakmu kekantor pusat. Menemui seseorang. Ayo cepat bangun!” Kyuhyun menarik tangan Seon Hye untuk duduk.

Segera setelah Seon Hye duduk, Kyuhyun menggendong Seon Hye menuju Kamar mandi.

“Lepaskan aku Kyuhyun jelek! Dasar hidung besar!”

TBC

note; flat? Bosen? Maaf, aku hanya menulis apa yang aku pikirkan. Jadinya… ini hasilnya. Aku antusias  untuk lanjutin dan lainnya tergantung kalian. Thanks for attention ♥

Iklan

6 pemikiran pada “NUVOLE BIANCHE [1.1] – by Andér/实业呐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s